10.03.2006

Bedah Laparoskopi - Minimal Invasif Dengan Bedah laparoskopi, lebar sayatan pada dinding perut dapat diminimalkan, sehingga kerusakan otot perut juga dapat dikurangi. Akibatnya penderita dapat menjalani rawat inap yang lebih singkat dan nyeri yang dirasakan juga amat sangat minimal. Dengan laparoskopi, selain objek organ yang hendak dioperasi kita dapat juga melihat keadaan organ lain lewat beberapa sayatan yang sangat amat kecil (1/2 cm). Amat sangat berguna bagi mereka yang gemuk, kasus TB atau dalam keadaan malnutrisi dimana proses penyembuhan lukanya sulit, anak-anak atau orang dewasa dengan banyak kelainan dalam rongga perutnya yang pada saat operasi perlu di "lihat" juga. Ada yang punya pengalaman dengan tehnik laparoskopi ?

37 komentar

, Blogger SUPRI wrote ...

menarik tuh berapa biaya standarnya?

 
, Blogger Lakshmi Nawasasi wrote ...

Biaya biasanya ditentukan oleh RS yang bersangkutan
Terimakasih karena sudah mampir di blog saya ...
salam,

 
, Blogger Rudy Dewantara L wrote ...

Salam kenal dr. Lakshmi Nawasasi. Saya Rudy, mahasiswa kedokteran tingkat V di Universitas BRawijaya Malang. Saya ingin bertanya, apakah teknik bedah laparoskopi memang masuk kurikulum dalam pendidikan spesialis bedah umum?atau bisa dipelajari melalui kursus? Menurut saya, dibandingkan spesialis lain, berat sekali menjadi dokter bedah, karena beban untuk update ilmunya sangat besar. Pernah tidak dokter merasa jenuh dengan hal ini?

Salam,

Rudy
rudydewantara.blogspot.com

 
, Blogger Lakshmi Nawasasi wrote ...

Salam kenal kembali Rudy,
Dulu waktu jaman saya menjadi residen bedah (saya angkatan tahun duaribu), laparoskopi belum masuk dalam kurikulum - belum termasuk kursus wajib yang harus diikuti, tapi sekarang sebelum lulus menjadi dokter Bedah para residen harus sudah mengikuti kursus ini (seperti halnya DSTC).
Saya tidak pernah merasa berat untuk keperluan meng up-date ilmu, malah justru semakin senang.
Tindakan laparoskopi itu menyenangkan lho, sangat bermanfaat untuk pasien. Jenuh ? sepertinya belum jenuh, mungkin karena saya masih terbilang junior, nanti kalau saya sudah senior - sudah banyak menangani beraneka macam kasus mungkin bisa jenuh juga :)
Menjadi dokter umum tuntutan untuk tetap "mengembangkan" ilmu nya juga besarlho ... Saya pikir kalau kita sudah mencintai pekerjaan yang kita pilih, bosan-jenuh-capek rasanya jarang di rasa deh.
Kamu masih kuliah jadi masih sering dihinggapi rasa bosen,jenuh - dulu saya juga begitu hehe ... bosen. jenuh harus belajar mulu .. maunya kan cepet-cepet lulus. Kalau sudah lulus rasanya pasti lain ...
Ok sukses ya ...

 
, Blogger Adeline wrote ...

Hi, saya mahasiswi kedokteran di Liverpool. Di sini, kalau pasien masih cukup muda dan fit (jadi ga ada penyakit2 lain seperti diabetes, CHD, etc) maka laparoscopy (yang paling umum kan cholecystectomy atau removal of gall bladder/?empedu) bisa dilakukan sebagai day care! Wah, keren kan. menghemat resources, biaya, etc.

 
, Blogger Lakshmi Nawasasi wrote ...

Salam kenal,
Bagaimana critanya bisa sekolah disana ? Kapan-kapan kalau sempat crita2 ya .. lewat email aja lakshminawasasi@centrin.net.id
Ingin juga menimba ilmu disana, yaa sekedar ikut kursus-kursus singkat mungkin boleh juga ya ?
Soal kolesistektomi dengan laparoskopi, saya disini belum berani untuk one day care .. jadi biasanya hari ke 2-3 baru bisa pulang. Karena biasanya kasusnya heboh-heboh batunya buanyak sekali dan perlengketan yang amat sangat hebat.
Pasien disini biasanya berobat kalau sudah amat sangat parah.
Untuk kasus yang simpel, disini juga one day care ...
Itulah enaknya laparoskopi, masa rawat nya memang tidak lama dan rasa nyeri nya minimal. Jadi bisa menenangkan dr.bedahnya.
salam,

 
, Blogger Ekost wrote ...

Mba, kenalin ak ekost dari purwokerto.
Ak masih GP. Pengeeen bgt masuk bedah, kalo bs masuk uro. Kasih saran ya mba.
Btw kemarin tgl 6-10 nov ikutan acr pabi di solo ga mba ?

 
, Blogger Lakshmi Nawasasi wrote ...

Salam kenal kembali Ekost,
Bedah Urologi, wah menarik !! masuk aja, ambil di UI pa ga UNAIR.
Ok selamat ya, sukses
Salam

 
, Blogger puspita wrote ...

Dear Dokter,
Adik saya punya usus buntu, kata Dokter yang memeriksa, harus dilakukan operasi laparoskopi.
Persiapan apa saja yang harus di lakukan ?
Adik saya itu tinggal di Medan, ada RS atau Dokter yang Dokter rekomendasi agar operasinya berjalan lancar ?
Trims,
ee-tha

 
, Blogger Lakshmi Nawasasi wrote ...

Dear Puspita,
Persiapan menjalani operasi laparoskopi, prinsipnya sama dengan operasi lainnya.
Puasa, pemeriksaan lab dan ronsen serta pemeriksaan lain jika ada indikasi, hal ini tentu saja Dokter Bedah yang akan mengoperasi yang akan menentukan.
Operasi dapat dilakukan di RS di Medan di manapun selama RS ybs memiliki alat2 untuk laparoskopi dan ada Dokter Bedah yang dapat menggunakannya.
Ok, selamat menjalankan operasi ..
Jangan lupa berdoa dan selalu mengikuti petunjuk dari Dokternya .
salam,

 
, Blogger albert wrote ...

Salam kenal dr.Lakshmi Nawasasi,saya albert dari PT.Medison.Saat ini saya sedang mencari referensi laparoskopi. Informasi yang saya dapat saat ini baru ada 80 dokter laparoskopi yang bersertifikat, seperti divisi endoscopy kami yang menawarkan alat yang sudah termasuk peket pelatihan dokter dan perawat dengan rujukan RSCM,kami pun punya rencana yang sama untuk pengembangan laparoskopi.Saya sudah ke RSCM tapi diinformasikan persatuan bedah laparoskopi ada di klinik di jalan raden saleh jakarta tapi saya dengar juga kegiatan sudah vakum selama 2 tahun dan mengarahkan ke RS daerah (Medan,Semarang & Surabaya). Mungkin dokter punya info yang lebih terbaru mengenai hal ini. Sebelumnya saya ucapkan terimakasih.

 
, Blogger Lakshmi Nawasasi wrote ...

Yth Pak Albert,
Terimakasih karena telah mampir di blog saya.
Coba hubungi PBEI (Persatuan Bedah Endoskopi Indonesia), kantornya di RS Pluit lantai 6. Anda bisa ketemu sekretarisnya, namanya Linda.
Semoga informasi ini cukup membantu ya ?
Salam,

 
, Blogger alif rahman wrote ...

hello dr lakshmi, salam kenal dari surabaya. Saya dr alif, dari siloam hospitals surabaya, saya minta tolong info tentang acara bedah umum,digestve atau onkologi di bulan agustus apa ada? trims bgt

 
, Blogger alif rahman wrote ...

HELLO DR LAKSHMI, Saya dr alif dari siloam hospitals surabaya, salam kenal... saya mau tanya nich apa dokter tau pelatihan atau acara bedah digestif atau onkologi akhir bulan juli atau agustus ini, mohon infonya ya,...trims buanget

 
, Blogger Lakshmi Nawasasi wrote ...

Salam Kenal kembali dr.Alif,
Dr Alif, dr Bedah juga kan ? biasanya untuk acara2 ilmiah kayak gitu kan otomatis dikirim dari IKABI atau PABI atau pasti ada pengumuman dari RS yang bersangkutan.
Untuk bedah digestif, baru kemarin kan di Bandung ? trus onkologi nya tema untuk mabi di palembang Juli ini ...
Semoga selalu sukses,
salam,

 
, Blogger ZOTAC wrote ...

hello bu saya dari surabaya mau tanya karena istri saya minggu depan mau laparoskopi di jakarta , nah saya tahunya ada 2 metode yaitu pakai gas dan gasless, emangnya yang pakai gas jauh lebih bahaya ya bu dan juga berapa lama harus istirahatnya karena kita rencana setelah operasi mau segera pulang untuk istirahat di sby

 
, Blogger ZOTAC wrote ...

hello bu lakshi, saya dari surabaya, minggu depan istri saya akan melakukan laparoskopi di jakarta , saya sempet liat di internet ada yang pakai gas dan gasless operation laporoskopi. Itu apakah yang pakai gas iu lebih bahaya dari yang gasless dan juga kira kira setelah operasi berapa lama istirahatnya, karena kita khan dari surabaya jadi habis selesai ya maunya segera pulang.

 
, Blogger Lakshmi Nawasasi wrote ...

Yth Bpk Zotac,
Laparoskopinya untuk operasi apa ?
Menggunakan gas atau tidak menggunakan gas tergantung jenis operasinya.
Prinsipnya karena minimal invasif, tindakan operasi dengan menggunakan laparoskopi, waktu rawat inapnya biasanya jauh lebih pendek dibandingkan operasi dg tehnik biasa / open.
Selamat menjalankan operasi.
salam,

 
, Blogger ZOTAC wrote ...

istri saya udah 2x inseminasi dan ngga berhasil jadi ama dokternya disarankan dicek laparoskopi untuk dilihat apakah itu ada endemetriosis atau ganguan yang lain

 
, Blogger Lakshmi Nawasasi wrote ...

Pak Zotac,
Ya kemungkinan tindakan laparoskopi diagnostik .. jadi sepertinya ya harus menggunakan gas Pak ...
Ok
salam,

 
, Blogger ZOTAC wrote ...

apakah laparoskopi dengan sistem gas itu berbahaya ?

 
, Blogger Lakshmi Nawasasi wrote ...

Yth Pak Zotac,
Yaa untuk laparoskopik diagnostik memang harus menggunakan gas Pak kalau tidak pakai gas bagaimana operasinya ?
Ok selamat menjalankan operasi ..
Salam,

 
, Blogger Andyma wrote ...

dr Lakshmi, saya baru saja menjalani operasi usus buntu dengan laparoskopi dan ternyata pada saat operasi diketahui juga ada pelengketan di usus besar sebelah kanan sehingga langsung bisa diatasi (tdk terlihat pd saat usg sebelumnya). Hanya saja paska operasi saya merasa tidak nyaman karena perut terasa besar dan kembung hingga hari ke 4 sehingga seperti orang yang hamil 3 bln (operasi tgl 31 jan 09). Dokter sudah memberikan motilium.
Apakah hal seperti ini umum terjadi dan apa yang harus dilakukan untuk mengatasi rasa kembung. Efek tsb dari CO2 dan sisa CO2 akan diserap oleh tubuh (benarkah ?)
Berapa lama rasa kembung dan perut yang membesar tsb akan pulih / normal ?
Saya tunggu infonya, terima kasih
Salam
andyma.setiawan@gmail.com

 
, Blogger Lakshmi Nawasasi wrote ...

Yth Andyma,
Kembung bisa saja terjadi, mungkin Bapak punya penyakit maag ?
Biasanya setelah operasi, buat pasien yang ada masalah dengan maag nya, ada obat2an tertentu yang membuat penyakit maagnya timbul.
Selama makan minum baik, tidak muntah, BAB bisa - tidak ada yang perlu dikhawatirkan : Bapak dalam keadaan baik-baik saja.
Kembung akan menghilang perlahan.
Miring kanan - kiri, duduk dan segera mobilisasi, jalan.
Bukan efek dari CO2 nya Pak ..
Gas kan bukan berada dalam usus bapak, tapi dalam rongga perut dan akan keluar tuntas setelah operasi laparoskopi selesai.
Mudah saat ini kondisi Bapak, sudah jauh lebih baik ya ..
Salam,

 
, Blogger Andyma wrote ...

Thanks dok atas infonya, tapi hingga hari ke 4 perut saya masih besar seperti orang hamil 4 bln ( saya wanita dok)
Bab lancar, hanya pada saat makan perut langsung terasa begah sehingga makan / minm sedikit saja perut sudah terasa penuh.
Apakah perut akan kempes lagi seperti semula, ataukah perut membesar karena adanya penyimpangan ?
Mohon info, thanks

Salam,
Andyma

 
, Blogger Lakshmi Nawasasi wrote ...

Ibu Andyma,
Komentar dokter bedahnya bagaimana ?
Saya tidak bisa banyak memberikan komentar Bu karena tidak tahu jelas bagaimana penyakit Ibu dan proses operasinya.
Pada keadaan yang normal, post laparoskopi appendektomi, pasien tidak akan mengalami kembung. Bahkan hari ke dua biasanya pasien sdh boleh pulang / rawat jalan.
Jadi jika ada kejadian diluar normal, bisa saja ada hal lain misalnya kondisi usus buntunya sendiri, kondisi penyakit lain yang mungkin Ibu alami dan keadaan2lain.
Saran saya, kontrol rutin pada dokter Bedahnya, ceritakan apa yang Ibu alami.
Dokter akan memberikan solusinya.
Percaya dan yakin, Ibu akan kembali pulih seperti sedia kala.
Mohon maaf tidak bisa banyak membantu,
salam,

 
, Blogger myheart2 wrote ...

salam kenal dokter Laksmi, saya sdg mempertimbangkan untuk menjalani operasi utk mengeluarkan multiple batu empedu, hsl USG terakhir kantung empedu sy membengkak. Hsl lab trigliserida sy 300, kolesterol LDL sy juga tinggi. Apakah kondisi ini bisa diatasi dg laparoskopi? trmksh-dewi

 
, Blogger Lakshmi Nawasasi wrote ...

Yth Dewi,
Salam kenal kembali,
Silahkan saja operasi menggunakan laparoskopi karena hasil akhirnya jauh lebih baik dibandingkan open
Tentu saja sebelumnya konsultasikan pada dokter Bedahnya.
Sebelum op akan dilakukan pemeriksaan pre operatif untuk menilai layak tidaknya operasi yang akan dilakukan.

Punya facebook ? Jika sempat add group "bedah banget" di facebook ya ...
salam,

 
, Blogger Sakti wrote ...

Dear Dokter, variasi biaya laparoskopi di masing2 RS (di luar biaya Dokter), sebetulnya ditentukan oleh faktor apa? Karena perbedaannya bisa sangat jomplang. Misal di Jakarta, kisaran harga antara 15-30 jt. Sedangkan di Jawa Timur antara 6-15 jt. Trm kasih atas tanggapannya.

 
, Blogger Lakshmi Nawasasi wrote ...

Sakti,
Tanpa bermaksud turut campur dengan kebijaksanaan masing2 RS, perbedaan biaya op bisa saja ditentukan oleh kelas rawat, alat-alat kesehatan / alkes yang dipakai, tehnik op yang dilakukan oleh dokternya.
MIsalnya untuk apendisitis perforata, walaupun sama2 menggunakan laparoskopi, dalam mengambil specimen apendiks ada yang memakai alat original buatan pabrik (endobag), ada yang menggunakan kantong es plastik yang disteril. Dalam mengikat apendiks ada yang memakai alat original ada yang mengikatnya biasa atau ada yang menggunakan hemolok / clip atau ada yang menggunakan alat original dan sisanya dibuat sendiri. Ada yang memakai trokar biasa ada yang memakai trokar mini dengan grasper mini juga sehingga lukanya sangat minimal. Ada yang memakai teleskop biasa ada yang memakai teleskop with working channel.
Jadi mungkin hal2 tersebut diatas yang menyebabkan adanya perbedaan.
(cmiiw)
salam,

 
, Blogger ayosemangat wrote ...

Saya ingin bertanya kepada Dr. Lakshmi soal batu empedu. Kira2 punya referensi tempat laparoskopi di surabaya yang baik gak mbak?? Yang tengah mengalami ini, adalah ibu mertua saya. Beliau sangat ingin terbebas dari batu empedunya. Saya tadi dah coba cari tahu , soal laparoskopi atas batu empedu. Katanya bisa menjadi alternatif yang baik.. Tq ya mbak,,,

 
, Anonymous Anonymous wrote ...

Bu dokter, saya usia 30thn sudah menikah 3 tahun belum dikaruniai anak. Pemeriksaan terakhir aku terkena bilateral endometrioma dan harus di operasi. Ada 2 jenis operasi yang ditawarkan yaitu Laparatomi dan Laparoskopi. Untuk Laparoskopi jika hanya dibolongi kuRANG LEBIH 5-10CM nanti kista yang diangakat dikeluarkan lewat mana ya, dok? trus untuk laparoskopi bisa tanpa menggunakan gas? trus untuk operasi ini biasanya berlangung berapa jam ya, dok. mohon informasinya. Terima kasih

 
, Anonymous Anonymous wrote ...

Dok...sy mau share & minta pdptnya sy sdh 1x mjalani operasi bedah bsr th 2002 di pertamina,...utk kasus miom, th 2008 sy laparoscopy endometrosis dan kista kembali dgn dr.Wahyu di YPK....(dkarenakan sy ingin memiliki keturunan lg sy relakan utk operasi kembali)pelengketannya mmg sgt byk n susah menurut dokter wahyu SPOg, stlh 3bln laparascopy haid sy masih skt kembali....akhirnya sy pindah dokter ke Prof.Ichramsyah, disana sy diperiksa ternyata sy appendik kronik...sy di suruh laparoscopy kembali tp sy blm siap....Maret 25, 2010 akhirnya sy tdk tahan skt dan melakukan laparascopy kembali dng Prof.Jacoeb di Sam Marie...ada 2 kasus yg lakukan di sam marie ..endometrosis sy kembali ada pelengketan dan usus buntu di tanggani oleh Prof.Jacoeb SPOG dan Dokter Bedah Santi..., stlah operasi sy byk mengalami skt spt...diare, kontraksi rahim dan asam lambung tinggi sampai hr ini (sy mmg punya maag lumayan berat),dan 20hari operasi di titik operasi sy bernanah dipusar, kirinya mengeluarkan darah sedikit....lgsg sy bw ke UGD Prof.Jacoeb....di terapidan di bersihkan dipencet2 dgn dokter, kemudian di rmh menggunakan kasa , alcohol dan diolesi bactoderm dan bioplacenton , namun smp hari ini blm menutup jg luka operasi tsb, kt dokter alaergi benang operasi(kecil lubangnya, tp cukup nyeri yg sy rasakan, blm asam lambungnya jg tinggi)...kemudian sy ke dokter bedah ahli lainnya di sarankan untuk melakkan pengmabilan benang operasi di dinding perut lapisan pertama , krn sy alergi dgn benang tsb...tp sy agak keberatan..adakah terapi lain, tanpa hrs masuk kamar OK kembali....(sdh mulai trouma dgn oeprasi)....tks

 
, Blogger Patsy wrote ...

Dok, utk operasi hernia dg metode laparoskopi apa perlu konsultasi dulu ke dokter specialis dalam, atau langsung ke specialis bedah ? Operasi ini dilakukan dgn bius lokal / bius total? berapa lama waktu pemulihannya. terima kasih

 
, Blogger Hardy wrote ...

Salam kenal dok, saya Hardy sudah menjadi "korban" Laparaskopi, dengan hasil Excelent..Mulanya didiagnosa ada batu di empedu, dari pada mengganggu, diambil keputusan utk di Laparaskopi. Lama tindakan +/- 30 mnt.Bius total Senin masuk, selasa tindakan, kamis pulang. Bekas tindakan berupa 3 sayatan kecil di sekitar perut.Total biaya 28 jt.Semoga membantu.
Salam.

 
, Anonymous Anonymous wrote ...

salam kenal dok,,, saya vembi,, mau tanya dok,, untuk operasi batu ginjal dengan urs dan eswl kisaran harganya berapa ya dok?? untuk daerah jakarta dan depok dok,, trima kasih dan mohon bantuannya..
salam

bhee_day@yahoo.com

 
, Blogger sahat simamora wrote ...

met pagi Mba Lakshmi, saya Mora saya mengalami hernia, hernia saya yang jenis nya bisa masuk kembali.sudah agak lama saya mengalami hernia.cuma selama ini saya memakai celana hernia.tapi sepertinya hernia saya semakin besar.sya akhirnya sudh beranikan diri untuk operasi.nah klau saya memakai teknik Laparoskopi ini.ada kah efek negatifnya utk operasi hernia Mba.terima kasih loh mba sebelumnya atas informasi nya.

 

Post a Comment

<< Home