12.19.2005

Drain adalah selang kecil yang dihubungkan dari tempat/lokasi operasi ke (biasanya) botol infus.
Botol infus biasanya dilakukan di RS-RS tertentu yang masih 'terbatas' (pengalaman waktu di RS daerah beberapa tahun yl). Tapi sekarang biasanya dipakai alat drain yang betul-betul ke'vakum-annya terjaga' jadi fungsi untuk menarik cairan/ menyedot cairan dapat dicapai dengan baik. Alat yang dimaksud adalah barovac. Alatnya seperti yang terlihat digambar.
Jadi guna drain adalah untuk "menarik" darah kotor atau cairan-cairan yang tidak seharusnya di simpan dalam tubuh, jadi lewat selang kecil tadi, cairan-cairan tadi akan keluar mengalir ke luar (ke tabung barovac) . Biasanya drain diletakkan di leher (misalnya setelah operasi leher) atau di perut (setelah operasi perut, operasi batu kandung kencing, operasi prostat dll). Untuk operasi di perut biasanya kita tetap memakai botol dari botol infus atau 'bag' yang biasanya untuk menampung urin ('urin bag'). Tidak usah cemas dengan drain, aktifitas seperti biasa saja ... kalau mau duduk atau berdiri tinggal buka ikatan kassa yang menghubungkan botol penampung dengan pinggir tempat tidur (biasanya di letakkan disana). Ikatannya dibuka saja dan drain di jinjing atau di biarkan lepas kebawah ..... Biasanya jahitan yang dibuat drain ke kulit cukup kuat sehingga drain tidak akan lepas sendiri. Pada waktunya nanti jika drain isinya sedikit/tidak bertambah-tambah, biasanya dokter akan mencabut drain tadi ....

9 komentar

, Blogger ^_^ wrote ...

salam kenal dr laksmi, wah saya pernah lihat drain ini di gantung di leher tetangga, pengen muntah jeu..
Terus menulis ya bu dokter,...

 
, Blogger Lakshmi Nawasasi wrote ...

Salam kenal juga ...
Terimakasih buat komentarnya

 
, Blogger Lakshmi Nawasasi wrote ...

----- Original Message -----
From: AZ
To: lakshminawasasi@centrin.net.id
Sent: Friday, November 17, 2006 11:24 PM
Subject: Abses di Pusar

Selamat malam Dok,
Awalnya saya lagi cari info mengenai abses, yang akhirnya ketemu blog Dokter.
Kurang lebih sebulan yang lalu, saya merasakan sakit dan pegal pada daerah sekitar pusar, rasanya seperti kalau kita baru tumbuh jerawat atau bisul, seminggu kemudian makin menjadi2 sakitnya (seperti orang Jawa bilang : "udunen"), diiringi gejala kram, sekujur badan ke bawah rasanya kaku....
Kebetulan saat ini saya sedang berada di Jepang, sehingga rasanya segan untuk ke dokter karena terkendala bahasa (sangat jarang menemui dokter yang bisa berbahasa Inggris, sementara bahasa Jepang saya jg masih sepotong2).
tapi karena sudah tidak tahan lagi, dan pusar saya kelihatan bernanah dan sangat berbau, akhirnya saya pergi ke dokter ditemani rekan yang mengerti bahasa Jepang. Saya ceritakan keluhannya lengkap, dan dokter memutuskan untuk di-CT scan...setelah melihat hasil CT-scan, rupanya memang betul (seperti yang saya duga) bahwa itu memang abses yang berdiameter 2 cm...

lakshmi :
Kenapa harus CT scan ?
Apakah ada kecurigaan nanahnya menembus rongga perut (intra abdominal) ?
Kalau boleh tahu biasanya CT scan ada hasil "bacaannya" dari radiolog ... kalau boleh tahu apa hasilnya ?
Intinya hanya ingin mengetahui apakah nanah tsb asalnya ekstra abdominal (diluar rongga perut) atau berasal dari intraabdominal (dari dalam perut).
AZ :
Saya mengusulkan untuk dibedah, dan di-drain nanahnya kepada dokter. Tetapi, dokter bilang tidak perlu, hanya perlu dipecah (dengan pinset). Setelah dianestesi sekitar pusar, akhirnya pinset dokterpun masuk ke dalam pusar saya dan memecahkan abses tersebut. Saya merasakan sakit yang amat sangat, walaupun sudah dianestesi. Tapi setelah itu, memang yang tersisa hanya sakit biasa, bukan kram dan kaku sekujur kaki....Saya pikir tinggal menunggu nanahnya keluar semua, dan akhirnya sembuh. Dokter memberi resep antibiotik dan tablet painkiller saja, ditambah nasehat agar mengganti perban sehari sekali setelah dibersihkan dengan air hangat, ditambah dengan chek up setiap seminggu sekali untuk melihat perkembangan.

lakshmi :
Memang tidak semua nanah / abses harus dipecahkan melalui operasi besar sering dengan anestesi lokal saja sudah bisa. Tergantung lokasi, besarnya nanah dan penyebarannya ke arah mana ....
Yang jelas untuk mengeluarkan nanah, jahitan luka operasi tidak boleh dijahit rapat untuk memberikan kesempatan pada si nanah untuk keluar.
Setiap abses WAJIB DI BERIKAN DRAIN. Drain tidak selalu berupa selang infus panjang seperti yang saya tulis di blog, tapi bisa juga seperti penrose drain (drain dari karet - kalau di Indonesia biasanya suka kita akalin dengan menggunting sebagian sarung tangan) - diselipkan diantara jahitan. Satu hari setelah op, penrose drain dicabut biasanya nanah akan mengering. Pada kasus nanah yang banyak dan penyebarannya luas dipakai tampon kassa ... untuk menyerap nanah yang banyak diproduksi .. untuk kemungkinan nanah yang menyebar ke rongga yang luas (seperti abdomen/perut) diperlukan drain yang berupa selang (biasanya di cabut tiga hari setelah op).

Setelah nanah dikeluarkan, nanah serta jaringan sekitar harus diperiksa kultur dan resistensi. Untuk ,mengetahui lebih jelas kuman penyebab nanah, sehingga antibiotik yang kita berikan pas dengan jenis kumannya.

AZ :
Tapi, yang jelas, hampir 20 hari berlalu, nanahnya tak kunjung kering.
Itu sudah terjadi 20 hari yang lalu....saya pikir saya sudah hampir sembuh. Kemudian sekarang muncul rasa pegal dan sakit lagi di sekitar pusar tersebut walaupun belum disertai kejang dan kram, tapi rasanya sangat mengganggu....

Pertanyaan saya,
- apakah mungkin abses baru muncul lagi di dalam pusar saya? (saya sudah ke dokter kembali setelah merasakan gejala sakit ini, dan dokter bilang tidak mungkin) Saya hanya mengharapkan ini merupakan bagian dari proses penyembuhan atau recovery, walaupun agak pesimis, mengingat daerah sekitar perut kelihatan sedikit membengkak.

lakshmi :
Ada kemungkinan nanah timbul lagi (tapi belum pasti juga karena saya tidak melihat sendiri).
Apakah dari luka jahitan masih merembes ? rembesannya nanah bukan ?
Jika dokter mengatakan tidak ada nanah lagi, harusnya sih betul yaa tidak ada nanah lagi

- adakah obat untuk mempercepat kesembuhan ini, maklum, saat ini saya adalah mahasiswa program master yang banyak sekali tugas

lakshmi :
Jika nanah memang sudah tidak ada, saya pikir akan sembuh dengan sendirinya setelah tiga hari post operasi.
Coba ke dokter yang mengoperasi, ceritakan lagi keluhan yang ada.
Nyeri yang masih ada, kemerahan disekitar luka op ; besar kemungkinan nanah masih ada ...

- apakah memang benar, seperti orang Jawa bilang, bahwa abses akan sembuh setelah diambil "mata"nya?

lakshmi:
Mata abses ? saya tidak begitu paham
Prinsip setiap abses dimanapun berada, setelah operasi - abses/nanah dapat dikeluarkan semuanya kemudian penyebab timbulnya abses sudah diketahui dan juga sudah diobati, saya pikir tidak akan timbul abses lagi.

- apakah memang benar cara pengobatan abses hanya "dipecah" saja? (saya sempat berpikir, jangan2 di Jepang tidak ada pasien yang mengalami hal itu, sehingga dokternya tidak tahu pengobatannya. Karena saya sempat berkonsultasi ke teman mahasiswa kedokteran, bahwa setiap pengobatan abses harus menguras (drain) seluruh nanahnya)

lakshmi
Prinsip evakuasi abses harus disertai drain / lubang keluar untuk mengeluarkan sisa-sisa abses yang kemungkinan masih ada setelah operasi pertama.
Prinsip kedua, harus diketahui sebab timbulnya abses / nanah dari mana ... obati penyebabnya dengan obat yang sesuai

- info tambahan, pada bulan Ramadhan yang lalu, saya kesulitan buang air besar dan juga suka menahan kencing. Apakah hal ini menjadi salah satu penyebab timbulnya abses di dalam pusar?

lakshmi :
Sepertinya tidak ada hubungan langsung.

Mohon penjelasan dari dokter, sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih.
Dan mohon nama dan alamat email saya dirahasiakan saja.
Sekali lagi terima kasih apabila dokter mau menjawab pertanyaan saya...

lakshmi :
Oke .. pertanyaan Bapak saya copy ke blog saya ya ...
Mudah-mudahan bisa menjadi tambahan masukan untuk yang lain.

 
, Blogger Hendrik wrote ...

selamat malam dok,
saat ini saya sedang koskap di bagian bedah rsu pirngadi medan, saya tertarik dengan topik "drain"
hal yg ingin saya tanyakan :

1. ada berapa jenis drain yg umum digunakan ? (mengingat yg kami miliki hanya drain-NGT-)
2. kata senior saya drain sebagai kontrol, tp saya masi bingung, mohon dibantu dok..
3. kapan indikasi pelepasan drain?
4. kalo bole mohon di bantu source artikel drain nya dok?

maaf kalo pertanyaan saya terlalu banyak, jujur uda saya usahakan mencari dengan search engine tp belum ada link yg memuaskan..

atas bantuan dokter saya ucapkan banyak terima-kasih..

tkss

 
, Blogger Lakshmi Nawasasi wrote ...

Yth Hendrik,
Soal drain, tergantung kebutuhannya untuk apa.
Bisa hanya sekedar penrose drain atau sampai barovac.
Untuk op struma dan mastektomi biasanya kita pakai barovac karena daya vakumnya tinggi, jadi drain dengan NGT sudah tdk dipakai lagi untuk op tsb.
Drain diambil kapan, tentunya tergantung juga pada kasusnya kan ? produksinya dalam 24 jam ? dan keperluannya untuk apa dipasang drain.
Semoga jawaban saya bisa membantu ya.
salam,

 
, Blogger kurnia wrote ...

Salam sejahtera Dokter Lakshmi,
Tgl 23 Dec 2008 lalu saya operasi pengangkatan batu empedu (empedu infeksi, lengket dan batu 3,5 cm) - tdk bisa di-laparoskopi, jd harus dibedah 25 cm, lalu tgl 31 Dec 2008 lalu sudah diperbolehkan pulang dg tetap dipasang drain bag di bagian perut sebelah kanan.

Pertanyaan saya :
1.) Kapan yach drain bag bisa dilepas, kok sampe tgl skrg dokter saya masih belum mencopotnya (pdhl volume cairan lambung sudah sekitar 5 - 10 cc / hr) ?

2.) Apakah ada resiko saat drain bag dilepas (krn saya dengar dr sodara saya, ada yg pernah kejang perut stlh drain dilepas krn ada luka di dalam...=( )?
and sakit gak yach, Dok ?

3.) dikemudian hari, apakah ada resiko terjadinya pelengketan kembali di organ2 perut bagian dalam (usus, hati, pankreas, dll)?

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas bantuannya...

Salam,
Kurnia

 
, Blogger Lakshmi Nawasasi wrote ...

Salam sejahtera juga Pak/Ibu Kurnia,
Mengapa tidak bisa dilaparoskopi ?
Drain tetap dipasang mungkin ada hubungannya dengan keadaan kandung empedu yang tidak bisa dilakukan laparosopi .. sudah tanya pada dokter bedah yang mengoperasi ?
1. Drain pada kasus biasa - biasanya sebelum pulang sudah dilepas.
Pada kasus yang 'luar biasa' drain tetap dipertahankan ..
Saya tidak bisa banyak memberikan komentar, karena tdk tahu persis kondisi kandung empedunya bagaimana, serta temuan operasi
Kmdn yang membuat saya bingung, volume cairan lambung ? Anda di pasang NGT (selang makan) juga ?
2. Pada saat drain dilepas pasti sakit, tapi ga ada hubungannya sama kejang2 ...kalaupun ada pasti ada penyakit lain yang menyertai.
3. Setelah operasi besar.membuka rongga perut dengan manipulasi yang banyak ada kemungkinan terjadi perlengketan / adhesi.
Ok, terimakasih kembali.
Semoga jawaban saya bisa membantu salam,

 
, Blogger kiki wrote ...

selamat sore dok, sy mo tnya soal abses, ayah sy sminggu yg lalu operasi abses kt dokter udah kering tp 3 hari yg lalu bekas operasi bengkak lg dan akhirnya pecah mengeluarkan nanah lagi, yg sy mo tanyakan apakah abses emg biasanya begitu, ibu sy sngt khawatir, kira2 berbahaya banget ga dok, makasih sblmnya

 
, Anonymous Haryono Sanjoyo wrote ...

Selamat sore bu dokter. Saya Haryono Sanjoyo. Saat ini saya baru saja menjalami operasi kantong empedu, Saat operasi saya dipasangi drain (baraovac) tapi sekarang sudah dicopot. ?Saat ini masih ada satu selang yang digunakan untuk menampung cairan empedu yang ditampung di plastik yang dihubungankan melalui selang di dalam perut. Sampai saat ini setelah 2 minggu operasi setiap hari masih ada sekitar 600 ml cairan empedu yang keluar selama 24 jam. Apakah ini normal? apakah hal itu berbahaya ? apakah cairan tersebut seharusnya berkurang tiap hari. Kapan selang itu bisanya dicopot.

Demikian pertanyaan saya , MOhon informasi dan petunjukanya. terima kasih

 

Post a Comment

<< Home